Kamis, 27 Februari 2014

PENGEMBANGAN PEMASARAN PERUSAHAAN MULTI NASIONAL COMPANY STUDI KASUS ROYAL DUTCH SHELL PLC



I.      PENDAHULUAN

Dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt di Inggeris menandai dimulainya revolusi di Inggeris pada abad 18. Sejak itu, pembagian kerja internasional mulai di kenal. Teori ini membagi negara – negara di dunia menjadi dua bagian besar yaitu negara industri maju dan negara yang tingkat industri belum berkembang. Selanjutnya semenjak perang dunia II, perdagangan internasional mulai berkembang terutama setalah disepakatinya GATT (General Agreemen on Tariff and Trade) dan setelah itu diberlakukannya perdangan internasional WTO.
Dengan perdagangan internasional terjadi pembagian kerja dunia, negara – negara maju sebagai negara yang memproduksi produk industri sedangkan negara berkembang berperan sebagai negara pemasok bahan baku untuk industri negara maju. Sebenarnya perdagangan internasional sudah berabad – abad dipraktekan namun belum diorganisir dengan baik, namun semenjak disepakatinya perdaganga internasional dalam WTO menyebabkan semakin terbukanya system perdagangan dan investasi asing baik dalam industry barang maupun jasa. Impilikasi lain dari perdangan internasional ditandai dengan semakin berkembanganny perusahaan multinasional atau MNC (Multi Nasional Company) diberbagai bidang (manufacture, transportasi, telkomonikasi, food processing, jasa, energy dll).
Globalisasi perdagangan merupakan peluang dan sekaligus tantangan dalam mengembangkan usaha dan pemasaran bagi perusahaan yang mampu berdaya saing yang mana tidak ada lagi hambatan, namun juga akan menjadi tantangan bagi perusahaan atau negara yang tidak mempunyai daya saing. Bebagai perusahaan multy company mengembagkan sayap kenegara – negara lain, selain itu membuat variansi – variansi dalam produknya atau pun pelayanan serta manajemen perusahaan. Perdagangan global menuntut perusahaan agar mampu berasing tidak hanya terpaku pada keunggulan komparativ saja tapi harus mengedepankan keunggulan kompetitif. Mengingat hal tersebut perlu dilakukan analisis manajemen strategi bisnis pada perusahaan multy nasional company. Salah satu perusahaan multy nasional company adalah Royal Dutch Shell plc, yang bergerak dibidang energy yang patut dilihat proses manajemen perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya.

II.    PROFIL SHELL

Royal Dutch Shell plc. merupakan sebuah perusahaan energi utama dunia. Shell termasuk empat perusahaan swasta minyak dan gas terbesar di dunia bersama dengan British Petroleum, Exxon Mobil, dan Total. Shell merupakan suatu perusahaan swasta yang berkedudukan di Belanda yang memproduksi minyak pelumas untuk otomotif dan manufaktur. Kantor Shell juga tercatat di London United Kingdom dan merupakan termasuk perusahaan minyak dan gas kedua di dunia.  Shell telah berkiprah di berbagai negara di belahan dunia.
Shell merupakan perusahaan yang bergerak pada kegiatan hulu (upstream) dan hilir (dwonstrem) minyak dan gas alam. Pada kegiatan upstream adalah pengalian minyak mentah, gas alam, trasportasi cairan dan gas. Sedangkan pada kegiatan downstream adalah bergerak pada bidangdistribusi dan pemasaran produk minyak dan zat kimia.
Di Indonesia Shell sudah beroperasi, yaitu ditandai  dengan pengeboran sumur minyak pertama di Indonesia dimulai tahun 1885 dengan perusahaan yang dibentuk untuk mengambil dan mengolahnya adalah Royal Dutch atau Shell Group yang kemudian menjadi produsen minyak utama di Indonesia hingga Perang Dunia II. Saat ini pun Shell masih merupakan perusahaan dengan kapasitas penyulingan terbesar di dunia dengan 4.230.000 barrel per hari. Setelah masuknya Caltex dan Stanvac, ketiga perusahaan ini menjadikan Indonesia negara penghasil minyak terbesar di Timur Jauh dengan produksi 63 juta barel per tahun di tahun 1940.
Bidang bisnis Shell di Indonesia antara lain perdagangan dalam produk petrokimia, gas, penjelajahan dan produksi (E&P) dan bisnis SPBU yang baru dimulai semenjak tahun 2005. Komitmen Royal Dutch Shell sebagai perusahaan berskala internasional yaitu dengan mengembangkan perusahaan agar memiliki standar tinggi di dalam aktivitas untuk menciptakan produk yang berkualitas tinggi sekaligus memberi perhatian besar terhadap lingkungan sekitar. Perusahaan Shell juga mempunyai dasar dalam membangun prinsip dasar dan kode etik yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, integritas, dan rasa hormat terhadap orang lain.

III.   VISI DAN MISI SHELL

3.1.  VISI

Menjadi perusahan berskala internasional dengan memiliki standar tinggi di dalam aktivitasnya untuk menciptakan produk yang berkualitas dan sekaligus memberi perhatian besar pada lingkungan sekitar.

3.2.  MISI

1. Menjalankan bisnis dengan menggunakan Prinsip Bisnis Umum Shell, yaitu Kejujuran,Integritas Tinggi, dan Rasa Hormat kepada para konsumen.

2.   Menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama untuk seluruh proses kegiatan dan karyawannya dengan menggunakan sistem HSSE (Health, Safety, Security, Environment).

IV.  MARKETING MIX

1.      Product (Produk)

Di Indonesia, Shell menjual produknya yang berupa bahan bakar dan minyak pelumas. Jenis bahan bakar minyak yang dijual di Indonesia yaitu Shell Super yang bernilai oktan 92 dan Shell Super Extra yang bernilai oktan 95. Sedangkan produk pelumas yang dijual di Indonesia yaitu Shell Advance dan Shell Helix. Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell memiliki keunggulan, yaitu mampu membersihkan mesinnya karena mengandung zat aditif.  Selain itu, Pelumas Shell juga keunggulannya telah terbukti dan disenangi konsumen, dimana volume penjualan pelumas Shell di Indonesia mencapai 7% yang menduduki peringkat ketiga setelah Evalube dan Top1.

2.      Price (Harga)

Harga yang ditawarkan Shell pada produk Bahan Bakar Minyak di Jabodetabek yaitu sebagai berikut. Shell Super : Rp8.300,- per liter Shell Super Extra : Rp8.800,- per liter Shell Solar Diesel : Rp9.100,- per liter harga tersebut berlaku per tanggal 16 Juni 2011 Harga pelumas Shell Advance dan Shell Helix di Indonesia yaitu sebagai berikut. Shell Advance : Rp165.000,- per liter. Shell helix : Rp31.000,- Rp45.000,- per liter

Harga produk BBM Shell saat ini jauh lebih murah dibandingkan dengan Pertamina selaku perusahaan pesaing domestik. Kualitasnya pun bagus karena dapat memelihara mesin kendaraan. Untuk produk pelumas, meskipun harganya terlihat mahal tetapi hal tersebut sebanding dengan kualitasnya. Bahkan, pelumas Shell tersebut telah mampu bekerja sama dengan perusahaan motor Ducati.

3.      Promotion (Promosi)

Shell tidak melakukan promosi secara terang-terangan, seperti iklan di TV. Iklan produk Shell hanya diiklankan pada program MTV. Shell melakukan hal tersebut karena dengan mereka melakukan iklan secara terang-terangan di TV merupakan hal yang mubazir. Shell lebih menekankan dengan promosi below the line, yaitu dengan mensponsori dan bekerja sama dengan perkumpulan pecinta mobil tertentu seperti Mazda Club, sponsor pertandingan Moto GP pada pihak Ducati, atau para mekanik lainnya. Shell bahkan telah membentuk Shell Mechanic Club yang anggotanya telah mencapai 10 ribu mekanik. Selain itu, Shell juga sering mengadakan event - event  yang disponsori oleh mereka dan juga memberikan beasiswa kepada para pelajar di Indonesia.

4.      Place (Tempat/ Distribusi)
Shell menempatkan penjualan produk BBM mereka pada SPBU yang telah banyak tersebar di Indonesia. Sampai saat ini, Shell telah memiliki 40 SPBU yang tersebar diwilayah Jabodetabek. Untuk produk pelumas, Shell menempatkan penjualan produk tersebut di SPBU tersebut atau juga bisa didapat di bengkel-bengkel mobil yang ada di Indonesia. Selain itu, dalam mengembangkan SPBU, Shell juga menggunakan system  franchaise workshop seperti jaringan Auto 2000.

V.   CORE COMPETENSI SHELL

Keterintegrasian Shell dalam usahanya mulai dari kegiatan hulu (upstream) sampai hilir (downstream) membuat shell lebih berkembang dengan pesat. Pada kegiatan hulu Shell merupakan perusahaan eksplorasi minyak mentah dan gas alam serta mulai bergerak pada energy terbaharukan. Sedangkan pada kegiatan hilir Shell juga melakukan kegiatan penjualan bahan bakar serta pelumas. Hal tersebut dapat dilihat dengan beraninya Shell menmbuka SPBU di berbagai negara, di Indonesia sendriri Shell telah membuka SPBU sejak tahun 2005 untuk wilayah Jabodetabek, namun kedepannya Shell sudah melirik daerah-daerah lain di Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

VI.  MARKET ANALISIS SHELL

Shell menyediakan bahan bakar transportasi ke sekitar 10 juta pelanggan setiap hari melalui 44.000 stasiun layanannya di seluruh dunia. Shell juga bekerja untuk memberikan pelumas bersih dan bahan bakar lebih efisien. Produk dan Shell juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan bisnis - dari industri konstruksi untuk penerbangan, bahan kimia serta pendistribusian. Shell juga memberikan pelayanan yang baik dengan adanya kartu pembelian bahan bakar, sehingga pelanggan akan merasa aman terhindar dari penipuan.

Segmentasi pemasaran shell adalah masyarakat berpenghasilan menengah keatas. Namun walaupun, segmentasi pasarnya klas ekonomi menengah keatas ternya penjulan Shell tetap meningkat dibanding perusahaan lainnya.  Peningkatan penjualan Shell disebabkan oleh produk – produk yang ditawarkannya berkualitas baik, disamping itu Shell memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggannya sehingga produk – produk shell tetap diminati dipasaran.


VII. PROSPEK SHELL

Seiiring dengan meningkatnya kebutuhan akan bahan bakar dunia, tentu akan menjadi sangat penting bagi dunia usaha bidang energy memenuhi kebutuhan tersebut. Shell memanfaatkan kesempatan ini dengan langsung melakukan bisnis pemasaran bahan bakar dan pelumas terutama di Asia. Di Indonesia misalnya, Shell menjadi perusahaan swasta internasional pertama yang terjun ke bisnis hilir migas dengan membuka stasiun pengisian bahan bakar untuk umum atau SPBU pada tahun 2005. Shell melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat strategis untuk investasi di sektor hilir migas. Dengan jumlah penduduk mencapai 220 juta orang, Indonesia sangat menjanjikan. Shell berkomitmen untuk investasi jangka panjang dengan membangun jaringan ritel bisnis BBM.
Dalam mengembangkan SPBU-nya, Shell menerapkan tiga pilar strategi. Pertama, kualitas yang menjamin bahwa BBM yang dijual adalah BBM kelas dunia. Kedua, kuantitas yang menjamin bahwa uang yang dikeluarkan satu liter betul-betul akan diberikan satu liter bensin. Ketiga, layanan yang menjamin pelayanan yang baik dari petugas SPBU kepada para pelanggan. Soal layanan ini, Shell berusaha tampil beda dari pemain lama. SPBU Shell menyediakan layanan membersihkan kaca depan mobil dengan cuma-cuma, juga isi angin dan isi air untuk radiator kendaraan. Selain itu, pompa untuk pengisian bensin pun prosesnya bisa lebih cepat meski harus mengisi dalam jumlah banyak berkat teknologi yang telah dimiliki Shell.
Dengan hal demikian diperkirakan akan tetap berkembang dan pangsa pasarnya akan semakin terbuka luas dan seandainya Shell mampu menekan harga maka barabg tentu produk Shell juga akan terjangkau oleh masyarakat kelas menengah kebawah. Hal tersebut telah dicoba oleh Shell misalnya dengan ikut dalam tender minyak bersubsidi pada tahun 2009.

VIII.       KESIMPULAN

Shell sebagai perusahaan multinasional berkedudukan di Belanda yang  bergerak dibidang sumber energy, mengalami perkembangan pesat terutama di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor :
1.    Shell  dalam menjalankan bisnsisnya telah melakukan defrensiasi bisnis yaitu dari hulu samapi hilir, di hulu shell merupakan perusahaan eksplorasi minyak bumi dan gas bumi, sedangkan di hilir shell merupakan distributor bahan bakar dan sekaligus juga memasarkan bahan bakar dan minyak pelumas.
2.    Dalam memasarkan produknya tertama bahan bakar dan pelumas, dalam hal harga shell memang masih tergolong mahal namun kualitas produknya sangat baik.
3.    Shell tidak melakukan iklan besar-besaran di televisi untuk mempromosikan produknya tapi lebih cenderung mempromosikan melalui kerjasama dengan club-club motor, dll, karena shell berfikir promosi lansung dan rill lebih baik daripada iklan di televisi yang akan mengeluarkan ongkos lebih besar.
4.  Dalam mengembangkan SPBU-nya, Shell menerapkan tiga pilar strategi. Pertama, kualitas yang menjamin bahwa BBM yang dijual adalah BBM kelas dunia. Kedua, kuantitas yang menjamin bahwa uang yang dikeluarkan satu liter betul-betul akan diberikan satu liter bensin. Ketiga, layanan yang menjamin pelayanan yang baik dari petugas SPBU kepada para pelanggan. Soal layanan ini, Shell berusaha tampil beda dari pemain lama


Oleh : Al Hendri dan Yayat Sunarya


Tidak ada komentar:

“NEGARA KAYA TERNAK TIDAK AKAN PERNAH MISKIN”

Sejak dilakukan domestikasi  ( m enjinakan) hewan buruan oleh manusia, yang pada awalnya hanya untuk kebutuhan pangan keluarga sehari-hari, ...